Mujahaddah dan Pengajian Mengawali Pembagian Rapor MI Sananul Ula; Madrasah sebagai “Laboratorium Agama” Terbaik!
foto web MI - 1

“Salah satu ciri yang membedakan Islam dengan yang lainnya adalah penekanannya terhadap masalah ilmu. Banyak ayat Al Quran dan Hadist Nabi Muhammad SAW yang menekankan keutamaan menuntut ilmu, serta menempatkan orang-orang yang berpengetahuan pada derajat yang tinggi”, Demikian disampaikan oleh Kiai Busyro Asrori dalam acara “Mujahadah dan Pengajian Rutin” Keluarga Besar MI Sananul Ula Daraman, Srimartani Piyungan Bantul. (20/12/2025).

Man yuridillahu bihi khairan yufaqqihu fiddin“, yang artinya barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan maka Allah akan memahamkan dia di dalam ilmu agama. “Karena itu, berbahagialah para wali murid yang putra-putrinya sedang belajar di Madrasah” tambahnya.

Karena anak-anak yang belajar di Madrasah itu selain mendapatkan waktu yang cukup banyak dalam mempelajari ilmu pengetahuan, juga bisa langsung praktikum  dari apa yang dipelajari di madrasah. Contoh paling sederhana adalah anak-anak belajar tentang, wudhu, salat, baca Al Quran, dll, juga dipraktikkan langsung untuk salat berjamaah di masjid, lengkap dengan zikir dan doa-doanya.

Jadi madrasah Adalah “laboratorium agama” yang terbaik untuk anak-anak kita, sebagai bekal belajar agama ke jenjang yang lebih tinggi. Artinya, sebagai pembentukan pendidikan karakter yang efektif dan efisien. Karena pembentukan karakter di madrasah meliputi tiga hal; belajar, dipraktikkan dan diajarkan kembali kepada orang lain.

Selanjutnya, kegiatan hari itu adalah pembagiaan Rapor semester ganjil Tahun Ajaran 2025/2026. Di 19 Kelas, masing-masing wali kelas dan wali murid saling berkomitmen untuk terus berdampingan dalam menghadapi tantangan selama proses belajar anak.

“Kami percaya, Pendidikan adalah tanggungjawab bersama. Guru dan orang tua murid adalah mitra. Terimakasih atas kerjasama dan kepercayaan Bapak Ibu. Semoga kita dapat terus berjalan beriringan, demi kebaikan anak-anak kita.” Ucap Shofwatun Ni’mah Wali kelas 4C dalam sambutannya. [Heni]