
Bertempat di Serambi Masjid Nawwal Muttaqin, seperti biasanya mujahadah dan pengajian rutin nampak ramai dipenuhi jamaah yang terdiri dari seluruh warga MI Sananul Ula. Dalam mujahadah kali ini seluruh jamaah bersukacita untuk menyambut hadirnya bulan Ramadhan. (Ahad, 15/2/2026)
“Marhaban ya Ramadhan”, bermakna betapa kita sangat bergembira dengan penuh lapang dada menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Bulan yang mulia ini tentu telah kita persiapkan dengan maksimal untuk menyambut 30 hari ke depan di bulan Ramadhan.
“Petinju Indonesia Krisjon saja untuk mempersiapkan beberapa ronde di ring tinju, butuh waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun untuk menjadi sang juara tinju di kelasnya. Apalagi kita yang akan memasuki gerbang kemuliaan Ramadhan.” Demikian mukaddimah wakil khatib suriyah PWNU DIY, KH.Edy Musoffa, S.Ag, MHI., dalam tausiyahnya.
“Setidaknya ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam menyambut bulan Ramadhan”, lanjut kyai Edy.
Pertama, Tahsinusy-syiyam. Yaitu memperbaiki kualitas puasa kita. Jangan asal gugur kewajiban saja, harus dimaknai dalam hati sehingga puasanya kita nanti lebih berkualitas dan menuju pada derajat hamba yang bertakwa.
Kedua, menjaga salat lima waktu berjamaah di masjid atau musolla. Ramadhan harus jadi momentum untuk memperbaiki salat kita. Dengan konsep “mahabbah” kepada Allah, dipastikan nanti salatnya akan lebih khusu’, tenang dan tidak pingin cepat selesai.
Karena, bagi pecinta yang bertemu dengan Dzat yang dicintai, tidak ingin berlalu begitu saja, karena yang berlaku slogan, “Cinta, Rindu, Ikhlas, dan Semangat”. Hasilnya sebagaimana firman Allah swt.;
هُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ لِيَزْدَادُوْٓا اِيْمَانًا مَّعَ اِيْمَانِهِمْۗ وَلِلّٰهِ جُنُوْدُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًاۙ
Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Milik Allahlah bala tentara langit dan bumi dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. Al Fath: 4)
Ketiga, akrab dengan Al Quran. Bacalah al Quran, karena Alquran bisa menjadi temanmu nanti di alam kubur. Membaca satu huruf saja dinilai sepuluh kebaikan, apalagi dibaca di bulan Ramadhan, tentu akan berlipat-lipat pahalanya. Karena paksakan dirimu satu hari satu juz, bisa dicicil seperempat juz tiap habis salat. Harapannya setidaknya khatam 30 Juz dalam Ramadhan ini.
Empat, bersedekah sesuai kemampuanya masing-masing. Ramadhan usahakan bisa ikut jadwal orang yang menyediakan makanan untuk buka puasa, karena pahalanya sama dengan orang yang berpuasa.
Kalau bukan di bulan Ramadhan, di bulan apalagi kita bisa puasa dengan baik, salat dengan khusu’, mengkhatamkan Al Quran, dan berdedekah untuk orang yang membutuhkan? Untuk itu, maksimalkan hari-hari yang penuh berkah di Ramadhan ini. [Heni]






