Tingkatkan Kualitas Pendidikan; Kelompok Kerja Guru MI Sananul Ula Gelar Rapat Kerja, Mujahaddah dan Kajian Kitab
foto web MI

Dalam Upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan profesionalisme guru dan tenaga kependidikan madrasah, Kelompok Kerja Guru (KKG) Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sananul Ula Daraman menggelar rapat kerja, mujahaddah dan kajian Kitab Adabul Alim wal Muta’allim pada hari Sabtu, 1 November 2025, bertempat di aula Pondok Pesantren Sananul Ula Daraman.

Kegiatan rutin bulanan kali ini diawali dengan sambutan Kepala Madrasah, Ridwan, SE. Dalam sambutannya, Kepala Madrasah memberikan apresiasi terhadap peningkatan pencapaian yang diperoleh madrasah dalam tiap-tiap kompetisi atau perlombaan yang telah diikuti.

“Dalam setiap kejuaraan yang kita raih, tentu tidak lepas dari usaha dan kerja keras para guru sebagai pendamping dan pembimbing siswa-siswa” ucapnya.

Ridwan, SE., juga mengingatkan adanya PPKM yang akan diselenggarakan pada hari Senin, 3 November 2025 di MI Sananul Ula. Ia berharap semua guru dapat menyelesaikan tugas-tugas administrasinya sebagai bentuk profesionalitas kerja.

Kegiatan inti rapat KKG diisi pengarahan oleh Drs. H. Syamsul Huda, M.Si., sebagai narasumber. Di awal sesi, ia memberi motivasi bahwa seseorang beruntung ketika bisa menjadi guru, karena guru merupakan profesi yang mulia. Ia juga memberikan arahan bahwa menjadi guru harus memiliki 4 kompetensi; pedagogik, kepribadian, sosial, dan professional.

Keempat kompetensi tersebut yang akan menjadikan seorang guru dapat memberikan pembelajaran yang terarah/terpola sehingga ilmu yang diberikan akan diterima siswa dengan baik, selain itu guru juga dapat menjadi idola, menginspirasi dan teladan bagi siswanya.

Di akhir kegiatan diisi dengan kajian Kitab Adabul Alim wal Muta’allim karya Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari oleh Kyai Misbahul Munir. Kitab ini beirisi tentang etika bagi orang yang berilmu dan pencari ilmu, serta tata krama terhadap ilmu. Kyai Misbah menerangkan tentang bab adab murid terhadap guru, munculnya barokah jika murid berkhidmah pada gurunya, dan pentingnya mencatat atau menulis ilmu yang didapat.

“Barokah yang didapat seorang murid atas khidmahnya pada guru, bisa dirasakan pada dirinya sendiri, keluarga, bahkan sampai ke anak cucu.” Jelas Kyai.

Melalui kegiatan rutin ini, diharapkan dapat mewujudkan guru dan tenaga kependidikan yang professional, kreatif, dan berkarakter. [Heni]